Tulisan ini bertujuan melengkapi sumber2 yang ada dari berbagai sumber yang akurat tentunya (This writing has purpose to fulfil the source that had taken from many kind of datas)
Sabtu, 30 Juli 2011
Ciapus : Sepenggal Memori Lama
Bercerita Bogor, Ada sebuah tempat yang saya sukai sejak SMA yaitu sebuah air terjun di Ciapus (kali ni saya lupa tepatnya soal nama dan desanya) namun yang pasti di Bogor. Tetapi Air terjun yang satu ini sering saya datangi,untuk menikmati perjalanan di atas batunya yang beragam. Kalau sudah melangkah di atas batu, tubuh saya serasa melayang seperti bola bekel karena saya akan memilih batu yang enak saya pijak dengan gerakan langkah dua kaki yang terayun sangat ringan sehingga saya berusaha memberi irama ayunan kaki yang melangkah supaya tidak terputus gerakannya. WOW....asyik.....
Tentu saja saya akan keluar dari rombongan atau grup pencinta alam SMA untuk bisa menempuh batu ke arah air terjun.
Saking cintanya, saya selalu berusaha bolos SMA untuk menikmati air terjun ini dan tentu saja grup kecil saya adalah para cowok SMA karena teman sekelas cewek SMA saya tidak mau saya ajak ke Air Terjun???Berangkat dari rumah di waktu sekolah dan pulang ke rumah sore jam 5 membuat saya aman pergi ke Ciapus. ASyik banget....
Namun akhirnya kesan pesan teman sekelas membuat saya menjadi nyengir sendiri. Saya yang sering terlambat masuk sekolah di pagi hari, berlama-lama di kantin sehingga masuk kelas pun terlambat lagi,senang bolos, lupa memimpin salam di siang hari ketika waktu pulang dipilih oleh mereka menjadi ketua kelas dan mereka menyampaikan sebagai ketua kelas bukan ngajarin yang bagus malah ngajarin yang nggak bagus? Lagian ...siapa yang maksa saya jadi ketua kelas ha...****
Selasa, 26 Juli 2011
Menikmati Perjalanan Ke dan Dari Buitenzorg (Bogor)
Dalam bulan ini, Bogor atau kota yang sejak zaman Hindia Belanda dikenal sebagai nama Buitenzorg, dua kali saya datangi dengan lokasi yang berdekatan yaitu Dramaga dan Leuwilliang. Pertama saya ke Dramaga atau Dermaga (namun tertera di Peta Jalan ada yang menyebutnya sebagai Dermaga atau Dramaga) untuk menghadiri sebuah promosi Doktor seorang rekan di jurusan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor (IPB) yang terletak di Dramaga dan yang kedua demo make-up di Leuwilliang atas permintaan sebuah produk kosmetika.
Dengan mobil, saya mendatangi Dermaga melalui tol arah Jakarta ke Baranangsiang, ternyata dari arah ini kemacetan menuju arah Dramaga semakin bertambah. Saya tidak bisa menikmati pemandangan Bogor Kota-Dramaga karena selain menyetir sendiri, kalau sudah macet kosentrasi jadi bertambah untuk menyetir. Namun arah pulang dari Bogor, saya putuskan untuk mengambil arah Yasmin supaya keluar dari tol sentul ke arah Jakarta, sehingga saya mengambil bagian belakang kampus IPB supaya bisa menikmati pemandangan gunung dan sawah.
Berikutnya ketika saya menyusuri arah Leuwilliang maka saya putuskan mengambil tol keluar di Sentul Selatan, lumayan untuk menghindari macet Bogor Kota, bisa melihat sungai dan penduduk antara Dramaga dan Leuwilliang begitu juga pulang dari Leuwilliang ke Jakarta. Namun sepertinya saya tidak mendapatkan pemandangan yang menyenangkan seperti dari arah belakang IPB. Sebuah keaslian pemandangan alam yang selalu saya bisa nikmati, sebuah gunung, sawah, sungai dan batu yang besar dan udaranya yang sejuk.
Dengan mobil, saya mendatangi Dermaga melalui tol arah Jakarta ke Baranangsiang, ternyata dari arah ini kemacetan menuju arah Dramaga semakin bertambah. Saya tidak bisa menikmati pemandangan Bogor Kota-Dramaga karena selain menyetir sendiri, kalau sudah macet kosentrasi jadi bertambah untuk menyetir. Namun arah pulang dari Bogor, saya putuskan untuk mengambil arah Yasmin supaya keluar dari tol sentul ke arah Jakarta, sehingga saya mengambil bagian belakang kampus IPB supaya bisa menikmati pemandangan gunung dan sawah.
Berikutnya ketika saya menyusuri arah Leuwilliang maka saya putuskan mengambil tol keluar di Sentul Selatan, lumayan untuk menghindari macet Bogor Kota, bisa melihat sungai dan penduduk antara Dramaga dan Leuwilliang begitu juga pulang dari Leuwilliang ke Jakarta. Namun sepertinya saya tidak mendapatkan pemandangan yang menyenangkan seperti dari arah belakang IPB. Sebuah keaslian pemandangan alam yang selalu saya bisa nikmati, sebuah gunung, sawah, sungai dan batu yang besar dan udaranya yang sejuk.
Aplikasi Produk Kosmetik
Aplikasi produk kosmetika sebenarnya memiliki dasar kesamaan dalam penggunaannya. Namun yang perlu diperhatikan bahwa dalam setiap pengapilkasiannya produk tetap memiliki persamaan dan perbedaan. Sebagai contoh Produk base make-up seperti foundation itu cepat mengering bila kita sudah pulas ke wajah klien? Bila demikian maka ada baik kita melakukan teknik dengan cara mengulaskan perbagian pada wajah berbeda bila foundation itu tidak cepat kering maka kita dapat memulaskan dengan secara cepat merata ke seluruh wajah klien.
Memiliki beragam teknik sangat membantu kita dalam mengaplikasikan berbagai produk kosmetika yang terdapat di pasaran. Seperti 18 Juli 2011 ini, saya melakukan demo make-up dari sebuah produk kosmetika bagi masyarakat Leuwilliang. Leuwiliang adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Dasar teknik harus kita miliki untuk mendapatkan hasil yang maksimal termasuk mengenal dengan baik karakter dasar sebuah produk kosmetika itu sendiri. Bagaimana dengan anda? Selamat mencoba...
Memiliki beragam teknik sangat membantu kita dalam mengaplikasikan berbagai produk kosmetika yang terdapat di pasaran. Seperti 18 Juli 2011 ini, saya melakukan demo make-up dari sebuah produk kosmetika bagi masyarakat Leuwilliang. Leuwiliang adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Dasar teknik harus kita miliki untuk mendapatkan hasil yang maksimal termasuk mengenal dengan baik karakter dasar sebuah produk kosmetika itu sendiri. Bagaimana dengan anda? Selamat mencoba...
Sabtu, 09 Juli 2011
Dibalik Pemilihan Abang None Cilik Darmawangsa Square


Banyak hal yang dapat kita ambil dari sebuah perlombaan busana Daerah seperti dalam Pemilihan Abang None Cilik di Darmawangsa Square Juni 2011, yaitu menumbuhkan keberanian anak, mengenal dan mencintai tradisi budaya daerah.
Kalah menang adalah hal biasa dan menjadi sisi bonus positif untuk menerima kenyataan untuk terus berusaha. Jadi tanamkan dalam diri anak untuk bisa menerima baik itu sebuah kemenangan atau kekalahan dengan positif yang dampaknya akan berguna bagi anak itu sendiri.
Semoga kita juga tidak hanya melihat bukan dari kemewahan yang ditampilkan dalam sebuah lomba busana tetapi banyak nilai lain yang kita petik untuk pelajaran bagi si anak yang berlomba dan orang tua sebagai pendamping, manajer atau motivator.
Rabu, 29 Juni 2011
SIN PO : Kisah Cinta Sepasang Manusia
"Tjinta memang ada satoe hal jang boleh boeatken segala apa keanehan doenia. Seande tjinta tida ada, di doenia tidak aken djadi banjak hal boleh terdjadi, tapi doenia akan djadi soenji, seperti Negeri Bandan Piroes waktoe dihabisin oleh Radja Garoeda, tjinta sering terlahir dalem keadahan jang ganjdil, majalah Sin PO 1939, tulisan Njoo Cheong Sen.
(kutipan diatas bila dibaca dalam bahasa Indonesia saat ini, seperti berikut....
Cinta memang ada satu hal yang boleh buatkan segala apa keanehan dunia. Seandainya cinta tidak ada, di dunia tidak akan jadi banyak hal boleh terjadi, tapi dunia akan jadi sunyi, seperti Negeri Bandan Pirus waktu dihabisin oleh Raja Garuda, Cinta sering terlahir dalam keadaan yang ganjil, majalah Sin Po 1939, ditulis oleh Njoo Cheong Sen)
Bagi penulis ini yang sering menulis tentang berbagai hal kehidupan dunia, tulisan ini akan dimengerti setelah kita dewasa dan banyak menghadapi berbagai kisah manusia yang amat beragam. Namun kisah cinta sendiri pun akan sulit dimengerti bagi yang tidak mengalaminya sendiri secara langsung. Walau Cinta bersifat universal bagi insan manusia, namun beragam perbedaan kenyataan membuat kisah cinta menjadi unik bagi kehidupan individu manusia itu sendiri.
Bila ingin mencoba...atau membuktikan pun itu tidak dapat diatur sesuai logika manusia yang terbatas pada akal sehat saja. Ada sifat misteri di dalam kisah cinta itu sendiri. Inilah mengapa para penyair kadang menyebutnya sebagai Misteri Cinta. Tidak ada rumus, tidak ada kamus, tidak ada teori yang mengatur kisah cinta sepasang manusia di dunia ini.
(kutipan diatas bila dibaca dalam bahasa Indonesia saat ini, seperti berikut....
Cinta memang ada satu hal yang boleh buatkan segala apa keanehan dunia. Seandainya cinta tidak ada, di dunia tidak akan jadi banyak hal boleh terjadi, tapi dunia akan jadi sunyi, seperti Negeri Bandan Pirus waktu dihabisin oleh Raja Garuda, Cinta sering terlahir dalam keadaan yang ganjil, majalah Sin Po 1939, ditulis oleh Njoo Cheong Sen)
Bagi penulis ini yang sering menulis tentang berbagai hal kehidupan dunia, tulisan ini akan dimengerti setelah kita dewasa dan banyak menghadapi berbagai kisah manusia yang amat beragam. Namun kisah cinta sendiri pun akan sulit dimengerti bagi yang tidak mengalaminya sendiri secara langsung. Walau Cinta bersifat universal bagi insan manusia, namun beragam perbedaan kenyataan membuat kisah cinta menjadi unik bagi kehidupan individu manusia itu sendiri.
Bila ingin mencoba...atau membuktikan pun itu tidak dapat diatur sesuai logika manusia yang terbatas pada akal sehat saja. Ada sifat misteri di dalam kisah cinta itu sendiri. Inilah mengapa para penyair kadang menyebutnya sebagai Misteri Cinta. Tidak ada rumus, tidak ada kamus, tidak ada teori yang mengatur kisah cinta sepasang manusia di dunia ini.
SIN PO : Wanita Bali
Wanita Bali dalam SIN PO, 1939
SIN PO, adalah Surat Kabar Tionghoa, yang terbit sejak masa Hindia Belanda hingga tahun 1965, berbahasa Melayu dan Belanda.
Ada Cerita menarik dari surat kabar SIN PO yang terbit 5 Juni 1939,dimana tradisi budaya wanita Bali yang bertelanjang dada dianggap satu budaya yang membuat pihak luar yand datang ke Bali menjadikan suatu ejekan, namun kedatangan Marcus Show yang mengadakan pentas di Surabaya dan Bali memperlihatkan pakaian yang menurut surat kabar itu menyaingi wanita Bali dengan penggunaan busana yang ber Jendela di belakang (Maksudnya terBuka bagian punggung, menggunakan celana hingga paha atas dan menurut mereka pakaiannya mengikuti cara berpakaian wanita di Bali (Marika telah meniroe kita Poenja Pakean...Mereka telah meniru kita punya pakaian) dan dalam surat kabar dikatakan "Apatah ini yang dinamakan kesopanan modern, dimana sekarang bangsa kita, dimana kaoem prampoean sedang getol tiroe?"
Bagaimana Menoereoet Anda sekarang???
SIN PO, adalah Surat Kabar Tionghoa, yang terbit sejak masa Hindia Belanda hingga tahun 1965, berbahasa Melayu dan Belanda.
Ada Cerita menarik dari surat kabar SIN PO yang terbit 5 Juni 1939,dimana tradisi budaya wanita Bali yang bertelanjang dada dianggap satu budaya yang membuat pihak luar yand datang ke Bali menjadikan suatu ejekan, namun kedatangan Marcus Show yang mengadakan pentas di Surabaya dan Bali memperlihatkan pakaian yang menurut surat kabar itu menyaingi wanita Bali dengan penggunaan busana yang ber Jendela di belakang (Maksudnya terBuka bagian punggung, menggunakan celana hingga paha atas dan menurut mereka pakaiannya mengikuti cara berpakaian wanita di Bali (Marika telah meniroe kita Poenja Pakean...Mereka telah meniru kita punya pakaian) dan dalam surat kabar dikatakan "Apatah ini yang dinamakan kesopanan modern, dimana sekarang bangsa kita, dimana kaoem prampoean sedang getol tiroe?"
Bagaimana Menoereoet Anda sekarang???
Rabu, 18 Mei 2011
Serat
Serat merupakan naskah Jawa. Serat sendiri menjadi kumpulan pengetahuan manusia Jawa. Salah satu serat itu adalah Serat Centini yang menjadi ensiklopedi kehidupan manusia Jawa dalam berbagai bidang kehidupan. Sebenarnya masih banyak serat selain dari serat Centini seperti Srikarongron yang berisi perjalanan Sri Susuhunan sebagai Raja di Kraton Kasunanan Surakarta disamping berisi para abdi wanita dari tingkat Tumenggung hingga bedaya serimpi serta tugas-tugasnya masing-masing. Bagaimanapun bila kita ingin mengetahui lebih dalam kehidupan manusia Jawa di masa lalu, kita dapat membacanya melalui serat.
Serat merupakan naskah Jawa. Serat sendiri menjadi kumpulan pengetahuan manusia Jawa. Salah satu serat itu adalah Serat Centini yang menjadi ensiklopedi kehidupan manusia Jawa dalam berbagai bidang kehidupan. Sebenarnya masih banyak serat selain dari serat Centini seperti Srikarongron yang berisi perjalanan Sri Susuhunan sebagai Raja di Kraton Kasunanan Surakarta disamping berisi para abdi wanita dari tingkat Tumenggung hingga bedaya serimpi serta tugas-tugasnya masing-masing. Bagaimanapun bila kita ingin mengetahui lebih dalam kehidupan manusia Jawa di masa lalu, kita dapat membacanya melalui serat.
Langganan:
Postingan (Atom)