Tampilkan postingan dengan label rambut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rambut. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Februari 2012

Rambut lurus atau Ikal?

Era 80-an, banyak tayangan shampo dengan menampilkan rambut lurus, hitam dan tebal sehingga terkesan wanita cantik adalah wanita yang memiliki rambut lurus hitam dan tebal.
Ternyata rambut manusia memiliki beberapa jenis yaitu ikal, keriting dan lurus. Bila rambut kita ikal maka bila diluruskan akan bertahan sesaat saja. Begitu pula sebaliknya. Biasanya pergantian model rambut menyesuaikan selera orang masing-masing. Ada yang bertahan dengan satu gaya atau sering berganti gaya rambut.
Banyak dari kita menginginkan bila rambutnya lurus maka rambutnya akan dibuat ikal atau keriting. Namun bila rambutnya keriting atau ikal atau keriting maka akan diluruskan atau berganti desain rambut.
Ternyata iklan,film, lagu memang sangat mempengaruhi kita. Booming-nya film hingga artis Korea membuat pilihan rambut tidak harus lurus tetapi juga ikal, atau mix antara lurus dan ikal.
Mungkin desain ini agak merepotkan bagi si rambut lurus karena akan membuat rambutnya menjadi curly secara permanen atau tidak permanen. Tetapi bagi yang berambut ikal, hal lebih menguntungkan,,karena bahkan tanpa digulung pun atau disisir pun malah ikal rambut kita lebih alami.
Apapun desain rambut itu semua pilihan mana yang kita inginkan.

Kamis, 18 Agustus 2011

Sentuhan dalam Memangkas Rambut

Dalam teori yang paling umum dikatakan bahwa rambut adalah mahkota. Hanya saja dulu memangkas rambut butuh hasil yang rapih, kalupun diaplikasikan potongan bergradasi tetap pada pola yang rapi. Berbeda dengan saat ini, menggunting/memangkas atau memotong rambut sama perlakuannya seperti dahulu hanya beda hasilnya. Bagi saya jauh lebih mudah karena tidak butuh keteraturan pola seketat dan serapih masa sebelumnya.
Lepas dari teori dan praktek itu, saya menggunakan memangkas rambut untuk memberikan sentuhan bagi anak-anak saya sendiri. Setiap kali saya lihat rambut putra saya itu panjang maka saya akan bujuk untuk saya pangkas sendiri. Tentu saja anak laki-laki saya tidak mudah dirayu untuk dirapihkan rambutnya, namun saya menunggu sampai dia mau saya pangkas.
Dalam sekali pangkas, maka bisa dipastikan hasilnya akan bergradasi berantakan kerna dia tidak betah berlama-lama untuk duduk diam bila dipangkas, namun saya enjoy saja kerna kalaupun saya stengah jadi pun hasilnya seperti anak sekarang yang rambutnya alay? jadi saya pun menunggu keesokan harinya untuk saya pangkas lagi barulah desain rambutnya seperti yang saya harapkan.
Memangkas rambut bagi saya bukan sekedar mendapatkan potongan atau bentuk hasil rambut yang saya inginkan, namun selalu menjadi salah satu bentuk sentuhan bagi anak saya kerna itu menjadi salah satu bentuk perhatian saya sebagai ibu kepada anaknya.