Kamis, 16 September 2010








Selendang sebagai Identitas Kultur




Mungkin hal biasa bila kita melihat wanita Indonesia baik yang berjilbab atau tidak menggunakan tambahan selendang di bagian bahunya. Baik sebagai pelengkap pakaian ketika pesta, busana harian atau waktu laiinya.




Lucunya ternyata kebiasaan berselendang di bahu ini menjadi petanda bagi saya sendiri. Kenapa ya? karena ketika saya bertemu dengan delegasi Indonesia di University Brunei Darussalam hampir karena sifatnya kebetulan bertemu di hari pertama. Bagaimana dengan wajah manusia yang berkultur sama antara Malaysia, Indonesia dan Brunei agak sulit mencari asli Indonesia diantara mereka kecuali dari kartu identitas...atau ketika mereka mengakui mereka asli Indonesia karena bisa saja mereka ada yang sudah lama tinggal di Brunei atau Malaysia sehingga logatnya pun sudah berbeda.




Nah, kami mendapat info ada satu delegasi Indonesia yang datang dan tidak bertemu hingga hari keempat atau hari terakhir. Itupun kami berjumpa oleh karena ia menghampiri saya yang menggunakan selendang seperti ciri khas wanita Indonesia sehingga akhirnya kami saling menyapa...




Ternyata ada gunanya juga menyampirkan selendang asal Madura ni di Bahu tetapi bukan karena coraknya tetapi karena ia melekat di Bahu sebagai penanda wanita Indonesia.

Jumat, 29 Januari 2010

Bingung....Hari Minggu Mau Kemana?


Jawabannya adalah naik kereta api dari stasiun bogor, depok, bekasi, atau stasiun di dalam Jakarta seperti cikini, gambir, manggarai, pasar minggu, kalibata atau stasiun kecil lainnya menuju stasiun Kota, dititik penghabisan itu bisa kita kunjungi banyak bangunan tua yang dahulunya sebagai Kota Jakarta ini lahir....

Dengan biaya nggak lebih dari 2500an dengan rupiah selain menikmati Jakarta melalui kereta api kita juga akan mencapai stasiun Kota yang memiliki bangunan Tua dimana kaum Belanda dahulu membuat sehingga daerah ini sering dikenal sebagai Kota Toea....Tapi kalau mau mendapat kereta yang ber AC, maka kita harus pilih kereta yang tiketnya mencapai 5500an atau lebih.

Setelah sampai di Stasiun Kota, kita tinggal berjalan kaki...menuju bangunan tua ...misalnya Museum Bank Mandiri (yang letaknya tepat depan stasiun kota) atau Museum Fatahillah....yang menyimpan sejarah berdirinya Kota Jakarta yang heterogen ini...

Selasa, 26 Januari 2010

Kain Tradisional dalam Pergelaran Rias dan Busana Pengantin Daerah 2010


Pergelaran rias dan busana Pengantin Daerah Indonesia 2010 kali ini berlangsung di Museum Bank Mandiri yang terletak di depan stasiun Kota, Jakarta. Pergelaran ini menampilkan 56 Gaya Pengantin dari seluruh daerah Indonesia mulai dari Nangroe Aceh Darussalam sampai Papua. Indonesia kaya akan budaya termasuk cara berbusana. Pergelaran ini hanyalah bagian multi kultural yang ada di negeri yang cantik ini.

Kisah mengenai budaya akan menampilkan Indonesia dalam keragaman kultural termasuk kain tradisional yang digunakan dalam busana rias pengantin. Banyak jenis kain digunakan oleh pengantin mulai dari kain tenun, songket, kain prada atau batik terlihat dari busana rias pengantinnya belum lagi desain busana mulai dari kebaya, baju kurung, atau kemben yang terbuat dari bahan batik, songket, kain prada ataupun bahan yang memiliki fayet, manik yang beraneka jenis. Misalnya kemben yang digunakan dalam Pengantin Palembang yang terbuat dari kain songket berbeda kemben yang digunakan dalam Pengantin Yogyakarta yaitu berupa kain batik.

Songket Indonesia bukan hanya dari Palembang tetapi juga dari berbagai daerah lainnya yang akan menghasilkan keragaman tersendiri mulai dari motif, warna sehingga menjadkan keragaman dan kekayaan bagi Bangsa Indonesia. Hal inilah yang membuat kita harus sadar akan warisan kekayaan budaya yang akan kita jaga bersama.....


Senin, 25 Januari 2010

ANyer, Alternatif Liburan Orang Jakarta




Liburan week end atau liburan 3 hari sering dimanfaatkan oleh warga ibukota Jakarta untuk pergi ke tempat dengan suasana berbeda. Biasanya mereka pergi ke Puncak dan sekitarnya karena ingin mendapat pemandangan dan suhu sejuk yang tentunya tidak dimiliki oleh Kota Jakarta. Alternatif lain adalah pergi ke daerah Anyer atau Carita.


Disana kita menemui suasana pantai di laut lepas yang dimiliki Indonesia, kita dapat berenang sepuasnya dengan pantai yang lebih bersih tentunya.....


Waktu tempuh dari Kebun Jeruk ke Daerah Anyer sekitar 2.5 sampai dengan 3,5 jam dengan akses tol mulai dari Grogol, Tanggerang, hingga Anyer yang jalannya tidak perlu naik turun seperti arah ke puncak. Kemacetan? mungkin karena tempat ini bukan pilihan utama warga Jakarta rasanya kemacetan tidak sepadat ke arah Puncak tentunya.


Menikmati Anyer adalah menikmati laut artinya bila kita memilih tempat adalah di sebelah kanan jalan karena lokasi ini akan menghadapkan kita pada laut lepas yang membuat betah tinggal disana dengan bermain pasir, berenang di Laut...dan menikmati deburan ombak yang kadangkala keras dan membuat musik khas pantai yang bisa dinikmati langsung pada malam hari .....


Makanan di anyer sendiri adalah cumi, kepiting,udang atau ikan-ikanan...bisa digoreng, dibakar, saus padang atau goreng tepung tapi juga bisa kita beli mentah di pinggir jalan yang dapat kita olah menjadi masakan yang lezat di cottage yang kita tempati karena banyak cottage atau vila yang menyiapkan peralatan dapur atau peralatan bakar di halaman cottage untuk kita dapat membakar ikan yang kita beli sendiri. Namun bila kita tidak ingin repot kita juga dapat membeli di restoran sederhana atau warung-warung bakar ikan sepanjang jalan anyer itu.


Pilihan tempat menginap adalah mulai dari kamar saja, cottage dengan satu atau dua atau tiga kamar atau vila yang dapat menjadi pilihan bagi kita apabila kita ingin menginap di anyer,,,so itu semua ditentukan oleh view yang kita pilih dari cottage itu sendiri....atau budget kita ....


ANyer....yang membuat betah apabila kita suka berenang di laut, bermain pasir dan menikati deburan ombak di pantai,,,,siapa yang suka silahkan kesana.....

Rabu, 04 November 2009

Perhiasan Dalam Ukel Tekuk pada Putri Dewasa







Perhiasan daerah sangat beragam di setiap suku atau daerah di Indonesia tidak terkecuali Ukel Tekuk dari Daerah Istimewa Yogyakarta yang dahulu merupakan Kerajaan. Kerajaan atau Kraton yang dahulu bernama Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Kraton Yogyakarta ini mempunyai dua sanggul yang terkenal yaitu Sanggul Bokor Mengkurep dan Ukel Tekuk.



Dalam Ukel Tekuk yang biasa digunakan oleh wanita anggota Kraton Yogyakarta mulai dari putri remaja, putri Dewasa, selir atau inang pengasuh.



Namun pemakaian perhiasan sanggul dapat membedakan umur dan kesempatan misalnya pemakaian seorang putri dewasa menggunakan perhiasan yang sama dengan putri remaja yaitu peniti ceplok dan peniti renteng. Selain itu ceplok (bunga mawar) dan jebehan (untuk dua tangkai mawar yang menjuntai ke bawah) juga digunakan untuk putri yang sudah dewasa pada bagian tengah dan kiri kanan sanggul sedang gunungan di atas sanggul.



Aturan ini tentunya sudah tidak berlaku lagi pada saat ini bahkan ukel tekuk sudah dipakai oleh masyarakat umum,

Selasa, 03 November 2009

Sanggul Cepol dalam Dunia Kerja




Kepraktisan dalam dunia kerja menjadi tuntutan termasuk dalam penampilan seseorang. Dalam hal ini sanggul cepol menjadi pilihan paling banyak digunakan bila rambut kita tidak mau dipotong pendek.


Asal nama Cepol sendiri dahulu merupakan sanggul di daerah Betawi dengan menggunakan rambut aseli wanita yang memang berambut panjang. Saat ini seringkali variasi cepol menjadi lebih variatif dengan warna, bahan atau bentuk material lainnya. Misalnya dengan penambahan kepang, asesoris rambut dengan bahan, bentuk warna yang menarik. Namun secara sederhana cepol menjadi pilihan paling tepat apabila kita sedang tidak ada waktu menata rambut namun tetap ingin tampil rapi dan menarik.

Minggu, 01 November 2009

Busana Sulawesi Selatan


Busana Daerah Suku Bugis Sulawesi Selatan sangat nyaman digunakan dibandingkan busana daerah Jawa atau Sumatra. Mulai dari anak umur 3 tahun hingga orang tua dapat menggunakan karena busananya cukup longgar dan berbentuk rok. Selain itu dalam menngunakan busana cocok bila digunakan tanpa menggunakan sanggul yang dalam busana ini bernama simpolong tattong (sanggul ini berbentuk tanduk). Dalam animisme pada Suku Bugis ini dikatakan kerbau adalah binatang yang mempunyai kekuatan gaib.

Bando di atas kepala bernama patinra. Bando ini berbentuk daun atau bunga yang dahulu terbuat dari emas asli.

Bila dalam upacara perkawinan, selain menggunakan sanggulnya juga memakai paes atau hiasan dahi yang bernama dadasa. Siapa yang mau coba?