Sunggar adalah satu bentukan rambut dangan cara menyasak bagian depan kepala rambut manusia sehingga berbentuk setengah lingkaran dengan ketinggian rambut yang dinginkan. Saat ini sunggar digunakan pada sanggul ukel tekuk (Daerah Istimewa Yogyakarta(DIY))atau ukel konde (Jawa Tengah), Ciwidey (Jawa Barat), Simpollong Tattong (Sulawesi Selatan). Ketinggian sunggar sendiri sesuai dengan selera dari orang yang memakai sanggul tersebut. Namun era tahun 2000-an pemakai sunggar sudah jauh berkurang karena banyaknya wanita ingin menggunakan sanggul simpel, praktis dan tidak bersasak. Sunggar sering digunakan pada tata rias rambut pada busana pengantin daerah Solo Putri (Jawa Tengah) dan busana Pengantin daerah Yogya Putri (DIY).
Tulisan ini bertujuan melengkapi sumber2 yang ada dari berbagai sumber yang akurat tentunya (This writing has purpose to fulfil the source that had taken from many kind of datas)
Senin, 26 Oktober 2009
Kamis, 13 Agustus 2009
Istana Melayu Deli, Sumatera Utara
Senin, 10 Agustus 2009
Pengantin Daerah dalam Kemilau Sumatra 2009
Berbagai acara diselenggarakan dalam Kemilau Sumatra berupa demo kecantikan, dan seminar termasuk lomba tata rias pengantin. Acara diikuti oleh propinsi yang ada di Pulau Sumatra.
Kemilau Sumatra sendiri diselenggarakan di Padang akhir bulan Juli 2009, dalam acara lomba Pengantin Daerah ternyata memberikan dampak positif bagi perias pengantin karena selain memberikan kesempatan kompetisi tetapi juga menciptakan inovasi dalam pengantin daerah yang dilombakan. Dalam lomba ini, Jenny Sista Siregar, M. Hum menjadi Ketua Juri didampingi oleh dua juri lainnya yang berasal dari Padang (Sumatera Barat) dan Medan (Sumatera Utara) menilai bahwa respon peserta lomba sangat tinggi terhadap lomba dengan memberikan hasil yang maksimal yang nampak dalam lomba tersebut.
Sayang tidak seluruh propinsi ikut serta dalam lomba ini. Daerah yang turut serta dalam kompetisi ini seperti peserta dari Sumatra Utara, Pangkal Pinang dan Sumatra Barat. Penilaian dalam lomba ini selain keterampilan dalam merias wajah pengantin juga dinilai aspek busana dan tata rambutnya sehingga secara keseluruhan tampil dengan baik dan menarik. Selamat bagi para pemenang.
Label:
Kemilau Sumatra,
Pengantin Sumatra
Sabtu, 08 Agustus 2009
Alcazar, Tarian di Pantai Pataya Thailand


Kalau kita mengujungi thailand, salah satu menu wajib adalah menu wajib para turis adalah menonton Alcazar. Grup ini terdiri dari laki-laki yang ajaibnya cantik, tinggi semampai dan langsing, pokoknya tubuhnya sangat proposional untuk enak dipandang dan mampu menari dengan baik. Kita bisa terkecoh karenanya.
Hal ini menjadi kelebihan bagi turis untuk datang ke pantai Thailand yang sebenarnya keindahan alamnya sama dengan banyak pantai yang dimiliki Indonesia. Uniknya, Tariannya diisi selain tradisi Thailan juga menyuguhkan lagu dari negara lain dengan segala atributnya. Yaitu Cina, Korea dan lainnya termasuk Indonesia.
Sayangnya yang ditampilkan dari kita hanya lagu dangdut, itupun bagi saya pribadi kurang menarik dari aslinya. Kenapa Ya dangdut?, entahlah.... padahal banyak lagu daerah yang lebih menarik dari Indonesia. Tetapi lepas dari itu show manajemen ALcazar sangat diancungi jempol karena mampu menyuguhkan hiburan malam bagi turis secara umum dan menjadi acara favorit malam lainnya bagi Pantai Pataya tentunya.
Selasa, 04 Agustus 2009
Seserahan Korea
Tidak hanya Indonesia, tetapi warga Korea pun memiliki tradisi membawa seserahan dalam upacara pernikahan dan inilah beberapa seserahannya.Makanan ini berupa kue kering, hasil laut yangdikeringkan, yang mengingatkan kita pada tradisi seserahan daerah Betawi yang menjadi wilayah DKI Jakarta, Indonesia saat ini.
Senin, 03 Agustus 2009
Pengantin Muslim untuk Negara Indonesia
Rencana tahun 2020 yang menjadikan negara Indonesia sebagai pusat mode busana muslim hendaknya di dukung oleh kalangan praktisi atau akademisi yang mendukung industri kreatif ini. Mulai dari busana, asesoris, hingga tata rias pengantin muslimnya.
Seperti yang kita ketahui bahwa busana muslim sudah menjadi bagian keseharian bagi warga negara Indonesia khususnya daerah Padang, aceh dan Jakarta. Acara pernikahan pun seringkali digunakan busana pengantin muslim walaupun dalam keseharian si pengantin belumlah berjilbab.
Kesempatan ini dapat digunakan oleh para pelaku mode untuk dapat menciptakan kreativitasnya untuk memenuhi pasar yang ada karena Jakarta akan berkembang sebagai kiblat mode busana muslim.
Tata Rias Pengantin Muslim sendiri hendaknya tetap berakar pada budaya lokal di Indonesia. Misalnya dengan menggunakan kebaya, baju kurung, kain batik, tenun, songket, sutera yang dimiliki Indonesia sehingga para pengrajin dapat merasakan manfaatnya saat kita menjadi pusat mode busana muslim. Ciri khas kedaerahan pun dapat dipertajam sentuhan kekinian sehingga generasi muda merasa simpel dan nyaman dalam memakai busana pengantin dan kelengkapannya. selamat berkarya.
Sabtu, 01 Agustus 2009
Alis Paes Ageng atau Jangan Menir
Menjangan ranggah merupakan nama alis dalam rias wajah pengantin Paes ageng atau Jangan Menir. Alisnya dibuat dengan warna hitam dan berbentuk seperti menjangan sedangkan arti ranggah dalam bahasa Jawa yaitu bercabang.
Paes Ageng atau Jangan Menir berasal dari Kraton Yogyakarta yang saat ini menjadi Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Kratonnya sendiri masih eksis hingga saat ini dengan rajanya yang bernama Sultan Hamengkubuwono X. Jadi kalau anda berkunjung ke Yogya, jangan lupa untuk singgah ke kraton yang letaknnya tidak jauh dari Pasar Bring Harj0 (Pusat Belanja Batik) atau Malioboro.
Langganan:
Postingan (Atom)