Tulisan ini bertujuan melengkapi sumber2 yang ada dari berbagai sumber yang akurat tentunya (This writing has purpose to fulfil the source that had taken from many kind of datas)
Rabu, 01 Agustus 2012
Asesoris Rambut dalam Korean LOok Style
Belilah beberapa asesoris (Tidak mesti untuk rambut kok) dalam berbagai bentuk seperti memanjang, segilima atau bulat, hati atau berbagai bentuk lainnya...Kalau kita mau pergi ke even khusus seperti pesta atau show maka kita menggunakan asesoris untuk digunakan pada rambut dengan berbagai gaya alami rambut terurai atau dengan modifikasi pelintir, kepang dan banyak gaya lain.
BLiNK,BLinK N BLink for Make Up Mata
Sungguh menyenangkan saat ini kalau merias mata. Mengapa tidak...sehabis make up dasar kita lakukan, setelah membentuk alis maka selanjutnya pulasan mata hanya dapat berupa eyeliner untuk mempertegas garis mata bagian atas dan bawah, pasang bulumata, Maskara, eye shadow cukup satu warna dasar dengan warna lembut seperti pink muda setelah itu diberi eye gel khusus mata dengan kilaunya yang Bling,bling,bling,,,selesai sudah...wah asyik dan mudah tapi tetap blink,blink,n blink.
Cara Lain Sunggar Jawa
Ada pertanyaan mengenai sunggar yang memang dilakukan dengan cara menyasak rambut bagian atas kepala. Namun banyak cara lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi beban menyasak dan tetap pada tujuan menyasak yaitu menambah volume rambut.
Caranya dengan menambah berbagai sumpel atau rambut tambahan yang memiliki berbagai bentuk mulai dari segitiga, bulan sabit hingga berbentuk panjang terurai dan melebar..
kita bisa memilih sumpel rambut tersebut yang memudahkan kita dalam bekerja.
Jumat, 23 Maret 2012
Ragam Kain : NITIK BRENDI
Motif Batik Gaya Klasik Yogyakarta menggunakan teknik nitik yaitu terdiri dari susunan titik-titik persegi dan balok-balok kecil dengan menggunakan canting khusus. Motif ini berupa bulatan-bulatan berjajar dengan satu titik persegi di tengah bulatan dan empat titik lain yang berada ditepi yang diletakan secara simetris. Empat titik lain menyerupai balok-balok kecil diletakan disela-sela buatan secara simetris pula. Garis-garis halus yang mengarah ke bawah, baik ke arah kanan atau kiri, diletakan diantara titik yang mengarah miring ke arah kanan dan kiri. Diantara bulatan tersebut diisi dengan satu titik menyerupai balok tepat ditengah sedangkan bidang yang masih kosong diisi dengan garis dan titik kecil secara simetris. Motif nitik brendi ini berwarna dasar hitam,ukuran 1.15x2.65 meter, Koesrapiah. Ensklopedi Budaya Jawa
Kamis, 22 Maret 2012
Ragam Kain : SIDAMUKTI
SIDAMUKTI, merupakan motif batik klasik Gaya Surakarta/Yogyakarta, berpola 'semen latar putih' dengan bentuk dasar segi empat sama sisi. Antara segi empat yang satu dengan yang lain dibatasi oleh dua buah garis sejajar berkelok-kelok yang diisi dengan sawut 'sederetan garis dan cecek sederetan titik'. Di dalam kotak dihiasi dengan gambar bangunan menyerupai rumah yang dikelilingi oleh ranting berdaun. Hiasan lain berupa ukel' motif yang menyerupai spiral' yang memadati seluruh kain. Motif ini dikenakan pengantin waktu Panggih 'temu pengantin'. Nama Sidomukti mempunyai arti sida menjadi mukti, mulia, bahagia, sejahtera. Dengan mengenakan motif tersebut pengantin diharapkan menjadi dapat hidup mukti dikemudian hari.Koesrapiah. Ensiklopedi Kebudayaan Jawa
Ragam Kain : TRUNTUM
Motif batik klasik Gaya Yogyakarta dan Surakarta dengan pola semen berlatar hitam atau berwarna dasar hitam. Motif ini mulanya hanya terdiri dari kuntum bunga yang menyerupai bunga tanjung yang mekar, yang disusun berjajar dan menebar di seluruh kain. Namun dengan berjalannya waktu, motif ini berkembang menjadi pola yang disebut truntum lar 'truntum dengan sepasang sayap',, truntum boket 'truntum yang diseling dengan motif menyerupai untaian bunga dan daun", dan truntum Sri Kuncara 'truntum yang diseling motif dahan berkelok-kelok dengan untaian tunas-tunas padi'. Ukuran kain 1.15x2.65 meter. Motif khusus untuk kedua orang tua pengantin dalam upacara perkawinan. Motif yang terkandung merupakan suatu pengharapan agar kehidupan kedua mempelai kelak menjadi lebih mekar, sejahtera dan berbunga-bunga. Koesrapiah. Ensklopedi Budaya Jawa
Ragam Kain : Parang Rusak Barong Tumurun
Salah satu motif klasik Batik Gaya Yogyakarta dengan pola parang 'berpola dasar garis miring antara sederetan motif yang satu dengan yang lain yang dibatasi oleh mlinjon' dan berlatar dasar hitam. Motif ini menampilkan ragam hias parang rusak yang secara bertahap membesar menjadi parang barong kemudian mengecil kembali menjadi parang rusak glendreh. Ukuran kain 1,15 x 2,65 meter. Fungsinya sebagai nyamping, dikenakan dengan cara dililitkan pada kedua kaki sampai ke pinggul sebanyak dua kali. Sisa kain dibuat wiron 'wiruan'. Motif ini merupakan motif kebesaran Kraton Yogyakarta, dikenakan oleh Raja, permaisuri, putra-putri Raja pada upacara kebesaran (perkawinan, penobatan raja, ulang tahun penobatan, menjamu tamu agung dan sebaginya). Sesuai dengan perkembangan zaman, sekarang motif ini di luar Kraton juga ada yang mengenakannya. Koesrapiah. Ensklopedi Kebudayaan Jawa.
Langganan:
Postingan (Atom)