Wanita Bali dalam SIN PO, 1939
SIN PO, adalah Surat Kabar Tionghoa, yang terbit sejak masa Hindia Belanda hingga tahun 1965, berbahasa Melayu dan Belanda.
Ada Cerita menarik dari surat kabar SIN PO yang terbit 5 Juni 1939,dimana tradisi budaya wanita Bali yang bertelanjang dada dianggap satu budaya yang membuat pihak luar yand datang ke Bali menjadikan suatu ejekan, namun kedatangan Marcus Show yang mengadakan pentas di Surabaya dan Bali memperlihatkan pakaian yang menurut surat kabar itu menyaingi wanita Bali dengan penggunaan busana yang ber Jendela di belakang (Maksudnya terBuka bagian punggung, menggunakan celana hingga paha atas dan menurut mereka pakaiannya mengikuti cara berpakaian wanita di Bali (Marika telah meniroe kita Poenja Pakean...Mereka telah meniru kita punya pakaian) dan dalam surat kabar dikatakan "Apatah ini yang dinamakan kesopanan modern, dimana sekarang bangsa kita, dimana kaoem prampoean sedang getol tiroe?"
Bagaimana Menoereoet Anda sekarang???
Tulisan ini bertujuan melengkapi sumber2 yang ada dari berbagai sumber yang akurat tentunya (This writing has purpose to fulfil the source that had taken from many kind of datas)
Rabu, 29 Juni 2011
Rabu, 18 Mei 2011
Serat
Serat merupakan naskah Jawa. Serat sendiri menjadi kumpulan pengetahuan manusia Jawa. Salah satu serat itu adalah Serat Centini yang menjadi ensiklopedi kehidupan manusia Jawa dalam berbagai bidang kehidupan. Sebenarnya masih banyak serat selain dari serat Centini seperti Srikarongron yang berisi perjalanan Sri Susuhunan sebagai Raja di Kraton Kasunanan Surakarta disamping berisi para abdi wanita dari tingkat Tumenggung hingga bedaya serimpi serta tugas-tugasnya masing-masing. Bagaimanapun bila kita ingin mengetahui lebih dalam kehidupan manusia Jawa di masa lalu, kita dapat membacanya melalui serat.
Serat merupakan naskah Jawa. Serat sendiri menjadi kumpulan pengetahuan manusia Jawa. Salah satu serat itu adalah Serat Centini yang menjadi ensiklopedi kehidupan manusia Jawa dalam berbagai bidang kehidupan. Sebenarnya masih banyak serat selain dari serat Centini seperti Srikarongron yang berisi perjalanan Sri Susuhunan sebagai Raja di Kraton Kasunanan Surakarta disamping berisi para abdi wanita dari tingkat Tumenggung hingga bedaya serimpi serta tugas-tugasnya masing-masing. Bagaimanapun bila kita ingin mengetahui lebih dalam kehidupan manusia Jawa di masa lalu, kita dapat membacanya melalui serat.
Jumat, 11 Maret 2011
Minang, Satu Jalur Kekayaan Alam
Bila kita tiba di Sumatra Barat maka tidak lengkap hanya sampai ke Kota padang tanpa singgah ke Bukit Tinggi. Dalam hal ini alternatif kedatangan yang dapat ditempuh bagi kita paling enak menyusuri jalur ini adalah dengan mobil yaitu mulai dari Bandara melalui jalur arah Solok, Danau Singkarak, Padang Panjang sampai ke Bukit Tinggi.
Dengan jalur ini maka pemandangan beragam kita akan dapatkan mulai dari perumahan penduduk, Danau, bukit, jalan berkelok hingga alternatif makanan yang beragam dari markisa, ikan bilis, sate mak syukur, dendeng batokok hingga di Bukit Tinggi yaitu Pical Sikai sampai Nasi Kapau, kemudian macam2karupuak(kerupuk)sanjai,kaliang,jangek...hmmm...jadi lapar nih. Namun tentu saja jalur ini merupakan jalur darat yang sangat panjang dari Kota Padang hingga Bukit Tinggi.
Keistimewaan pemandangan alam di Bukit Tinggi berupa Lembah Ngarai Sianok dan Gua Jepang yang dapat menyesatkan manusia didalamnya karena gua itu cukup dalam, panjang dan seperti tidak berujung yang dikenal sebagai Lubang Jepang Bukit Tinggi.
Namun alternatif kepulangan melalui jalur yang berbeda yaitu melewati Lembah Anai, suatu pemandangan yang sangat elok dari Lembah dihiasi oleh air terjun sehingga sangat berbeda dengan jalur keberangkatan.
Setelah itu baru turun ke pantai di Kota Padang untuk menambah keragaman alam, selain berada di jalur pantai kita akan menikamti berbagai masakan ikan laut yang pastinya hmmm.... sangat lezat untuk dinikmati...
Dengan jalur ini maka pemandangan beragam kita akan dapatkan mulai dari perumahan penduduk, Danau, bukit, jalan berkelok hingga alternatif makanan yang beragam dari markisa, ikan bilis, sate mak syukur, dendeng batokok hingga di Bukit Tinggi yaitu Pical Sikai sampai Nasi Kapau, kemudian macam2karupuak(kerupuk)sanjai,kaliang,jangek...hmmm...jadi lapar nih. Namun tentu saja jalur ini merupakan jalur darat yang sangat panjang dari Kota Padang hingga Bukit Tinggi.
Keistimewaan pemandangan alam di Bukit Tinggi berupa Lembah Ngarai Sianok dan Gua Jepang yang dapat menyesatkan manusia didalamnya karena gua itu cukup dalam, panjang dan seperti tidak berujung yang dikenal sebagai Lubang Jepang Bukit Tinggi.
Namun alternatif kepulangan melalui jalur yang berbeda yaitu melewati Lembah Anai, suatu pemandangan yang sangat elok dari Lembah dihiasi oleh air terjun sehingga sangat berbeda dengan jalur keberangkatan.
Setelah itu baru turun ke pantai di Kota Padang untuk menambah keragaman alam, selain berada di jalur pantai kita akan menikamti berbagai masakan ikan laut yang pastinya hmmm.... sangat lezat untuk dinikmati...
Kamis, 10 Maret 2011
Masuknya Islam di Daerah Indonesia
Masuknya agama Islam Ke Kepulauan Nusantara menjadi warna tersendiri bagi kebudayaan daerah di Indonesia. Bisa dikatakan Islam Jawa akan berbeda dengan Islam Malaya atau Sumatera diakibatkan proses masuknya agama Islam memiliki cara berbeda yang pada setiap daerah. Hal ini dikatakan oleh M.C. Ricklefs dalam bukunya yang berjudul Sejarah Indonesia Modern (1200-2008).
Dikatakan Oleh MC Ricklefs bahwa Perkembangan Islam dari awal abad XIII hingga awal abad XVI Berawal dari Islam bagian utara Sumatera, sampai ke penghasil rempah-rempah di Indonesia Timur. Daerah-daerah yang paling mantap Islamnya adalah daerah pesisir Sumatera di Selat Malaka,Semenanjung Malaya, pesisir utara Jawa, Brunei, Sulu dan Maluku. Namun demikian tidak semua daerah perdagangan penting berhasil diislamkan seperti Timor dan Sumba sebagai penghasil kayu Cendana.
Dalam Kebudayan sendiri, Masuknya Islam memberi pengaruh dimana ketika Islam berkembang di kepulauan rempah-rempah Maluku Indonesia Timur. Para pedagang muslim dari Jawa dan Melayu menetap di Pesisir Banda, tetapi tidak ada seorangpun raja tinggal disana, dan daerah pedalaman masih dihuni penduduk non-muslim. Ternate, Tidore dan Bacan memakai gelar India 'raja', tetapi penguasa Ternate telah menggunakan gelar 'sultan', dan raja Tidore telah bernama Arab, al-Mansur.
Dikatakan Oleh MC Ricklefs bahwa Perkembangan Islam dari awal abad XIII hingga awal abad XVI Berawal dari Islam bagian utara Sumatera, sampai ke penghasil rempah-rempah di Indonesia Timur. Daerah-daerah yang paling mantap Islamnya adalah daerah pesisir Sumatera di Selat Malaka,Semenanjung Malaya, pesisir utara Jawa, Brunei, Sulu dan Maluku. Namun demikian tidak semua daerah perdagangan penting berhasil diislamkan seperti Timor dan Sumba sebagai penghasil kayu Cendana.
Dalam Kebudayan sendiri, Masuknya Islam memberi pengaruh dimana ketika Islam berkembang di kepulauan rempah-rempah Maluku Indonesia Timur. Para pedagang muslim dari Jawa dan Melayu menetap di Pesisir Banda, tetapi tidak ada seorangpun raja tinggal disana, dan daerah pedalaman masih dihuni penduduk non-muslim. Ternate, Tidore dan Bacan memakai gelar India 'raja', tetapi penguasa Ternate telah menggunakan gelar 'sultan', dan raja Tidore telah bernama Arab, al-Mansur.
KISAH MUTIARA DARI LOMBOK
Datang ke Lombok,jangan lupa untuk menghiasi tubuh dengan berbagai keindahan mutiara. Mutiara umumnya dibagi atas dua yaitu mutiara air laut dan mutiara air tawar yang bagi penggemar mutiara akan tahu perbedaanya yaitu dari kualitas warna, bentuk,hingga kilau yang muncul dari mutiara itu sendiri.
Mutiara yang paling klasik adalah warna putih,namun warna lain juga menjadi pilihan menarik bagi kita untuk mengenakan sebagai pelengkap pakaian mulai dari gelang,jam tangan, bros, kalung, anting dan giwang atau anting. Ketika kita membeli mutiara,jangan lupa perhatikan untuk pengikat mutiara agar ia tak mudah lepas saat dikenakan baik pada mutiara air laut atau air tawar.
Lebih unik lagi penjual mutiara di Lombok ini sangat attraktiv. Bis Travel yang kami tumpangi akan diikuti oleh mereka mulai dari hotel kami berada hingga kami bepergian ke beberapa tempat. Tidak aneh sebagai kota kecil maka penjual mutiara itu akan mengikuti perjalanan kami ke beberapa tempat dan terus menawarkan dagangannya hingga perjalanan kami di Lombok berakhir. Dan tentu saja membuat kami para wanita lebih banyak lagi mengeluarkan biaya untuk belanja mutiara hingga semua anggota keluarga besar yang tinggalkan kebagian.....
Mutiara yang paling klasik adalah warna putih,namun warna lain juga menjadi pilihan menarik bagi kita untuk mengenakan sebagai pelengkap pakaian mulai dari gelang,jam tangan, bros, kalung, anting dan giwang atau anting. Ketika kita membeli mutiara,jangan lupa perhatikan untuk pengikat mutiara agar ia tak mudah lepas saat dikenakan baik pada mutiara air laut atau air tawar.
Lebih unik lagi penjual mutiara di Lombok ini sangat attraktiv. Bis Travel yang kami tumpangi akan diikuti oleh mereka mulai dari hotel kami berada hingga kami bepergian ke beberapa tempat. Tidak aneh sebagai kota kecil maka penjual mutiara itu akan mengikuti perjalanan kami ke beberapa tempat dan terus menawarkan dagangannya hingga perjalanan kami di Lombok berakhir. Dan tentu saja membuat kami para wanita lebih banyak lagi mengeluarkan biaya untuk belanja mutiara hingga semua anggota keluarga besar yang tinggalkan kebagian.....
Rabu, 09 Maret 2011
Menyusuri Suku Sade, Nusa Tenggara Barat
Menyusuri sebuah daerah baru sangat menyenangkan tidak terkecuali daerah Nusa Tenggara Barat. Sebuah Daerah yang lokasinya berdekatan dengan Bali, memiliki kemiripan budaya dengan Bali. Namun suasana Nusa Tenggara Barat sudah sangat berbeda walau beberapa lokasi memiliki karakteristik yang hampir sama dengan Bali. Bali memang sudah menjadi tujuan wisata baik lokal atau internasional beda dengan Nusa Tenggara,maka yang banyak datang ke daerah ini adalah pecinta laut, pantai yang banyak berkunjung ke daerah dengan pantai yang biru, indah, bersih.
Selain pantai yang indah, Nusa Tenggara Barat memiliki desa yang memiliki krakter unik yang berbeda dengan Bali karena Desa-desa pedalaman di Nusa Tenggara Barat dapat berlokasi di pinggir jalan raya dengan bangunan sederhana, tidak memiliki keteraturan pola pemukiman seperti Bali sebagai rumah tinggal dan biasanya dalam satu desa memiliki mushola atau mesjid, lapangan dan kuburan. Salah satu keunikan yang dipertahankan antara lain adalah cara pembuatan lantai yang dianggap sebagai warisan tradisional dengan menggunakan kotoran kerbau sehingga permukaan tanah liat sebagai lantai rumah terlihat licin.
Masyarakat Suku Sade sendiri adalah memeluk agama Islam. Secara umum konsep keagamaan di Nusa Tenggara Barat dikenal sebagai waktu telu dan waktu lima yang menjadikan masyrakat Nusa Tenggara Barat memiliki perpaduan kebudayaan yang sangat berbeda dengan daerah lainnya.
Selain pantai yang indah, Nusa Tenggara Barat memiliki desa yang memiliki krakter unik yang berbeda dengan Bali karena Desa-desa pedalaman di Nusa Tenggara Barat dapat berlokasi di pinggir jalan raya dengan bangunan sederhana, tidak memiliki keteraturan pola pemukiman seperti Bali sebagai rumah tinggal dan biasanya dalam satu desa memiliki mushola atau mesjid, lapangan dan kuburan. Salah satu keunikan yang dipertahankan antara lain adalah cara pembuatan lantai yang dianggap sebagai warisan tradisional dengan menggunakan kotoran kerbau sehingga permukaan tanah liat sebagai lantai rumah terlihat licin.
Masyarakat Suku Sade sendiri adalah memeluk agama Islam. Secara umum konsep keagamaan di Nusa Tenggara Barat dikenal sebagai waktu telu dan waktu lima yang menjadikan masyrakat Nusa Tenggara Barat memiliki perpaduan kebudayaan yang sangat berbeda dengan daerah lainnya.
Senin, 21 Februari 2011
POLA Paes Proposional Wajah
Dasar Pola
1. Tarik titik 1 dari puncak hidung ke arah dahi hingga dahi (sampai batas garis batas rambut)terbagi antara dua bagian.(1)
2. Tarik titik 2 dari puncak hidung ke arah sudut dalam mata kiri hingga arah dahi (sampai batas garis batas rambut) (2)
3. Tarik titik 3 dari puncak hidung ke arah sudut dalam mata kanan hingga arah dahi (sampai batas garis batas rambut) (3)
4. Tarik titik 4 dari puncak hidung ke arah sudut luar mata kiri hingga arah dahi (sampai batas garis batas rambut) (4)
5. Tarik titik 5 dari puncak hidung ke arah sudut luar mata kanan hingga arah dahi (sampai batas garis batas rambut) (5)
Pemecahan Dasar Pola antara titik 1 dan 2 atau titik 1 dan 3
1. Antara titik 1 dan 2 dibagi menjadi titik 1a
2. Antara titik 1 dan 3 dibagi menjadi titik 1h
3. Antara titik 1a dan titik 2, dibagi menjadi 3 bagian menjadi 1b,1c dan 1d
4. Antara titik 1b dan titik b, dibagi menjadi 3 bagian menjadi 1i,1j dan 1k.
Buat Penunggul (Paes Solo) Khusus Pola Dahi Normal
1. Turunkan garis 1 ke arah bawah sekitar setengah tinggi dahi, naikan 1/2 atau 1 cm (ujung garis terakhir manjadi 1 f)
2. Buat lengkungan dari titik 1b ke 1e melalui 1f
Pemecahan Dasar Pola Pengapit
1. Dengan jarak yang sama antara titik 1a dan 1b atau 1b dan 1c atau 1c dan 1d, turunkan jarak dari 1d ke 1e dan 1e ke 1f.
2.Dengan jarak yang sama antara titik 1h dan 1i atau 1i dan 1j atau 1j dan 1k, turunkan jarak dari 1k ke 1l dan 1l ke 1m.
Pemecahan Dasar Pola Penitis
1. antara titik 1 f dan titik 4 dibagi 2 menjadi titik 4a
2. antara titik 1 m dan titik 5 dibagi 2 menjadi titik 5a
3. Dari titik 4a buat garis ke arah puncak alis menjadi titik 4b
4. Dari titik 5a buat garis ke arah puncak alis menjadi titik 5b
5. Buat Lengkungan antara titik 1f dan titik 4 melalui 4b
6. Buat Lengkungan antara titik 1m dan titik 5 melalui 5b
Pembentukan Pengapit
1. Turunkan garis 1d hingga menjadi titik 2a
2. Buat garis menyerupai pucuk kenanga antara titik 1f ke 1c melalui titik 2a
3. Turunkan garis 1k hingga menjadi titik 3a
4. Buat garis menyerupai pucuk kenanga antara titik 1j ke 1c melalui titik 3a
Pembentukan Godeg
1. Buat titik diatas telinga pada akhir batas hairline sebagai titik 6
2. Buat titik diatas telinga pada akhir batas hairline sebagai titik 7
3. Naikan 1 1/2cm atau 2 cm sebagai titik 6a
4. Naikan 1 1/2cm atau 2 cm sebagai titik 7a
5. Buat titik 6b di depan telinga sekitar 2cm
6. Buat titik 7b di depan telinga sekitar 2cm
7. Bentuk lengkungan dari titik 6a ke titik 6b dan titik 6 dan 6b
8. Bentuk lengkungan dari titik 7a ke titik 7b dan titik 7 dan 7b
Langganan:
Postingan (Atom)